·٠•●♥ Sahabat fillah rahikumullah....jazakumullah khoir (✿◠‿◠) ♥●•٠·

Bersyukurlah dgn nikmatNya...

Setiap kedip mataku Ya Allah,
Aku bersyukur atas nikmat ini.
Banyak orang melihat, tetapi buta.

Setiap tarikan nafasku Ya Allah,
Aku bersyukur atas nikmat ini.
Banyak orang mencium, tetapi tidak mampu membau.

Setiap suara yang kudengar Ya Allah,
Aku bersyukur atas nikmat ini.
Banyak orang mendengar, tetapi tuli.

Setiap desir angin yang kurasa Ya Allah,
Aku bersyukur atas nikmat ini.
Banyak orang merasa, tetapi kebal.

Setiap degup dan detak jantungku Ya Allah,
Aku bersyukur atas nikmat ini.
Banyak orang hidup, tetapi mati.


Akhirnya Ya Allah,
Jangan Kau cabut rasa syukurku ini dari hatiku,
Yang dapat membuatku buta, bebal, tuli dan mati...


Alangkah beruntungnya kita, disaat sebahagian orang kehilangan penglihatannya sejak lahir, dan hanya bermimpi dan berharap jika suatu saat dapat melihat alam semesta yang mempesona dengan segala isinya ini, Allah SWT menganugerahkan kita sepasang bola mata yang sihat dan indah sehingga kita dapat melihat sesuatu dengan jelas dan indah. Kita reguk semua keindahan alam yang nampak di hadapan dengan sepasang bola mata kita itu...SubhanaAllah...

Alangkah beruntungnya kita, disaat sebahagian orang tidak dapat berfikir dengan sihat dan waras kerana gila, berperilaku layaknya sebagai seorang manusia normal yang berakal sihat, Allah SWT menganugerahkan kita kecerdasan akal dalam banyak bidang ilmu pengetahuan. Banyak perkara dpt kita kaji dan teliti tentang kehidupan dan alam ini berkat akal yang Allah SWT anugerahkan kepada kita. Tak sedikit lahir dari  ilmuwan-ilmuwan yg cerdas, bijak pandai, ternama yang telah memberikan sumbangannya bagi banyak penemuan-penemuan baru yang bermanfaat di bidang ilmu dan teknologi serta ulama-ulama handal yang menjadi rujukan umat.

Alangkah beruntungnya kita, disaat sebahagian mulut terbungkam tanpa suara kerana bisu, ingin berucap sepatah kata tapi tak mampu, Allah SWT menganugerahkan kepada kita sebongkah daging yang bernama lidah, gigi yang putih dan tersusun rapi, namun sayang, terkadang kita tak mampu menjaganya dengan baik dan amanah. Diri kita tak mampu menggunakannya untuk menyejukkan hati orang lain dengan kata-kata..
 
Yang bersedih semakin kita buat sedih. Yang sakit semakin kita kita sakiti kerana ucapan kita. Diri kita tak tergerak untuk menebarkan salam, saling mendoakan untuk keselamatan bagi sesama muslim, saling bertanya khabar satu sama lain, dan berbagi ucapan yang dapat menyejukkan setiap hati-hati yang tengah berduka  nestapa.
 
Benarkah kita menjadi salah seorang makhluk-Nya yang berakhlak mulia, jika segala kesempurnaan anugerah itu tidak semakin mendekatkan diri kita kepada-Nya? Tidak tumbuh kerinduan untuk mengikuti perilaku Rasul-Nya? Layakkah kita menjadi sebahagian dari manusia yang terpuji, jika di hati kita hanya ada rasa benci dan sedikitpun tidak pernah terbit niat dan keinginan menggunakan segala kesempurnaan anugerah itu untuk perkara2 yang Allah SWT cintai dan redhai?

Benarkah kita masih termasuk orang yang sungguh-sungguh mencintai-Nya, mengakui mencintai Rasul pilihan-Nya, disaat sebahagian orang mampu menangis meski sedang berbuat ketaatan kepada-Nya, jatuh bangun dalam usaha meneladani Rasulullah utusan-Nya, namun kita malah tetap tertawa dengan segala keburukan-keburukan diri kita?

Sekarang kita bertanya kepada diri kita, apakah kita sudah termasuk orang yang bersyukur atau masih jauh? Semoga kita termasuk orang yang pandai bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan.


Semoga Allah SWT menurunkan hidayah kepada kita dan melembutkan hati kita semua dengan curahan kasih sayang-Nya...Ameen...


Wallahu a’lam

1 Komen tetamu yg baik :-):

Hikmah Zakaria mengatakan...

DOA... =)

Posting Komentar